Senin, 11 Mei 2020

sistem informasi akuntasi, pengendalian internal serta contoh


Sistem informasi akuntansi atau sering disebut dengan istilah sistem akuntansi merupakan sistem yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah transaksi untuk kemudian disampaikan ke pihak yang berkepentingan. Suatu organisasi bisnis membutuhkan suatu metode dan prosedur untuk menjamin informasi keuangan yang disajikan berkualitas, tepat waktu, akurat dan dapat diandalkan maka dari itu memerlukam sistem akuntansi yang disesuiakan dengan pengetahuan dan kebutuhan pemakai agar dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sistem akuntansi juga mencakup dokumen yang memberikan bukti terjadinya peristiwa atau transaksi dan catatan-catatan seperti daftar saldo, neraca lajur buku besar, buku pembantu dan laporan keuangan. Sistem akuntansi yang efisien di dasarkan pada prinsif-prinsif antara lain, efektivitas biaya (manfaat lebih besar daripada biaya), output yang bermanfaat (output yang dihasilkan harus berguna), dan flesibilitas ( sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan memberikan sumbangan kepada tujuan individu dan organisasi). Sistem akuntasi yang baik harus direncanakan dengan hati-hati, dirancang , dipasang, dikelola dan disesuiakan dengan kondisi yang ada dan yang akan terjadi. Tahapan dalam pengembangan sistem akuntansi umumnya terdiri dari empat yaitu:
a.     Analisis sistem yang bertujuan untuk menentukaninformasi yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi, yang meliputi sumber informasi, kelemahan-kelemahan dalam prosedur pencatatan dan metode-metode pemrosesan data yang telah ada.
b.     Perancangan sistem yang baru harus dibangun dari bawah dengan tahapan sebagai berikut, merancang formulir dan dokumen, memilih metode dan prosedur, menyusun uraian kerja, menyatukan pengendalian, membuat format laporan, memilih peralatan yang diperlukan.perancang sistem harus memiliki pengetahuan tentang prinsif-prinsif dasar sistem akuntasi.
c.     Implementasi implementasi sistem yang baru mengharuskan bahwa dokumen,prosedur, dan perangkat keras telah terpasang dan berjalan dengan baik, seluruh karyawan harus diltih dan diawasi pada periode awal.
d.     Tindak lanjut sesudah sistem terpasang dan berjalan sistem harus di pantau kekurangannya atau kelemahannya yang terjadi.

Pengendalian internal merupakan aspek kunci dalam analisis sistem, desin sistem dan implementasi sistem dalam perusahaan. Pengendalian internal digunakan oleh perusahaan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan atau operasi perusahaan. Tujuan pengendalian internal untuk menjamin agar manajemen perusahaan dapat mencapai tujuan perusahaan sesui dengan yang ditetapkan, menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya, mematuhi hukum dan peraturan yang belaku.
Pengendalian internal juga dapat mencegah kerugian dan pemborosan pengelolaan sumber daya perusahaan, dapat menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan dan manajemen, serta menyediakan informasi sebagai pedoman dalam perencanaan.
Adapun element-element dalam pengendalian internal antara lain:
a.     Lingkungan pengendalian mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di dalam organisasi. Lingkungan pengendalian sangat penting karena merupakan dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian.
b.     Penilaian resiko, adalah kemampuan menilai resiko yang mungkin terjadinya  yang tidak diharapkan organisasi sehingga resiko tersebut dapat di kurangi atau diatasi.
c.     Aktivitas pengendalian dapat digolongkan sebagai kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan, review terhadap kinerja, pengolahan informasi, pengendalian fisik, dan pemisahan tugas.
d.     Informasi dan komunikasi informasi yang berasal dari internal dan ekseternal perusahaan diperlukan sebagai pedoman operasional, untuk menilai standar eksternal, hukum, peraturan, yang berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan.
e.     Monitoring atau pemantauan terhadap sistem pengendalian internal akan menemukan kekurangan dan meningkatkan efektifitas pengendalian.
Apabila ke lima element ini ada pada suatu organisasi maka tujuan pengendalian internal dapat dicapai dengan lebih baik.

Salah satu contoh akibat jeleknya pengendalian internal dalam perusahaan adalah adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan perusahaan. Seperti halnya manajemen memutuskan untuk memproduksi barang yang tidak laku di pasaran yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar