1. Jelaskan dan lakukan analisis perbedaan resiko kredit dan resiko investasi? Berikan contoh masing-masing!
Jawaban:
Resiko kredit adalah resiko akibat kegagalan pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada lembaga keuangan yang memberikan kredit sesui dengan perjanjian yang disepakati. Adapun jenis-jenis kredit tesebut antara lain:
a. Menurut tujuan kegunaan dibagi menjadi dua:
1) Kredit konsumtif, kredit yang digunakan untuk membiayai pembelian barang dan jasa yang dapat memberi kepuasan langsung terhadap kebutuhan manusia.
2) Kredit produktif, kredit yang digunakan untuk tujuan produktif, dapat menimbulkan faedah karena bentuk, tempat, waktu, maupun kepemilikan.
b. Bedasarkan jangka waktu:
1) Kredit jangka pendek, merupakan kredit berjangka waktu maksimal 1 tahun.
2) Kredit jangka panjang, kredut berjangka waktu lebih dari tiga tahun.
c. Berdasarkan jaminan,
1) Kredit tidak memakai jaminan, kredit yang diberikan atas kepercayaan saja (unsecured loan)
2) Kredit dengan jaminan, kredit yang di berika dengan jaminan kebendaan yang berwujud maupun jaminan tidak berwujud (secured loan)
Macam-macam contoh resiko kredit antara lain:
1) Resiko konsentrasi kredit merupakan resiko yang timbul akibat konsentrasi penyedian dana kepada satu pihak atau sekelompok pihak, industry, sector dan atau area geografis tertentu yang berpotensi menimbulkan kerugian cukup besar yang dapat mengamcam kelangsungan usaha lembaga keuangan yang memberikan kredit
2) Resiko akibat kegagalan debitur/pihak lawan merupakan resiko yang timbul karena debitur gagal dalam memenuhi kewajibannya dan dan timbul dari jenis transaksi yang memiliki karakteristik tertentu misalnya transaksiyang dipengaruhi oleh pergerakan nilai wajar dan nilai pasar.
3) Resiko akibat kegagalan settlemen merupakan resiko yang timbul akibat kegagalan penyerahan kas dan atu instrument keuangan pada tanggal penyelesaian yang telah disepakati dari transaksi penjualan dana tau pembelian instrument keuangan.
4) Country risk adalah resiko yang timbul dari ketidakpastian karenan memburuknya kondisi perekonomian negara dalam mmbayar utang, gejolak sosial politik, serta kebijakan suatu negara, antara lain rasionalisasi atau pengambilalihan asset, control nilai tukar, dana tau devaluasi nilai tukar, yang termasuk country risk antara lain:
a. sovoureig risk, pemerintah suatu negara tidak bersedia memenuhi kewajibannya.
b. Transfer risk, pihak asig tidak dapat menyediakan valuta asing untuk memenuhi kewajibannya karena terdapat pembatasan tertentu.
c. Macroeconomic risk, pihak asing tidak dapat memenuhi kewajibannya karena perubahan kebijakan ekonomi di negaranya, seperti peningkatan suku bunga yang bertujuan untuk stabilitas nilai mata uang.
Resiko investasi adalah kemungkinan hasil yang didapat tidak sesui dengan apa yang diharapkan. Dalam konteks manajemen investasi resiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return). Resiko juga merupakan keadaan dimana kemungkinan timbulnya kerugian itu didapat, diperkirakan sebelumnya dengan menggunakan data/ informasi yang cukup terpercaya atau relevan. Adapun konteks rsiko dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Resiko sistemtis, merupakan resiko yang terjadi karena perubahan pasar secara keseluruhan dan terjadi tidak dapat didiversifikasi atau dikurangi, karena fluktuasi resiko ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan, contohnya:
1) Resiko inflasi, inlasi akan mengurangi daya beli uang sehingga tingkat pengembalian setelah disesuaikan dengan inflasi dapat menurunkan hasil dari investasu tersebut.
2) Resiko nilai tukar mata uang (kurs) perubahan nilai investasi yang disebabkan oleh nilai tukar mata uang asing.
3) Resiko tingkat suku bunga.
b. Resiko non sistematis merupakan resiko yang terjadi karena kondisi mikro perusahaan itu sendiri. Antara lain:
1) Resiko finansial yaitu resiko yang diterima investor akibat dari ketidak mampuan emitem/saham /obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden/ bunga serta pokok investasi.
2) Resiko pasar yatu resiko akibat menurunnyaharga pasar substansial baik keseluruhan saham maupun saham tertentu akibat perubahan tinkat inflasi ekonomi, keuangan negara, perubahan manajemen perusahaan, atau kebijakan pemerintah.
3) Resiko psikologis yaitu resiko bagi investor yang bertindak sacara emosional dalam menghadapi perubahan harga saham berdasarkan optimisme dan pesimisme yang dapat mengakibatkan kenaikan dan penurunan harga saham.
4) Resiko likuiditas, merupakan resiko yang berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk dapat segera diperjual belikan tanpa mengalami kerugian yang berarti.
5) Resiko tingkat bunga, merupakan resiko yang timbul akibat perubahan tingkat bunga yang belaku dipasar biasanya resiko ini berjalan berlawanan dengan harga-harga intrumen pasar modal.
6) Resiko mata uang merupakan resiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang domestic terhadap mata uang negara lain.
7) Resiko daya beli, merupakan resiko yang timbul akibat pengaruh perubahan tingkat inflasi yang mengakibatkan berkurangnya daya beli uang yang diinvestasikan maupun bunga yang diperoleh dari investasi.
2. Jelaskan perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito? berikan keuntungan dan kelemahaanya serta berikan contoh masing masing!
Jawaban:
a. Perbedaan bersasarkan metode pengolahan bunga deposito.
Perhitungan dan pembayaran bunga deposito berjangka akan dilakukan pada akhir masa jatuh tempo. Bunganya bisa ditentuka sendiri apakah bunga yang akan diperoleh akan dicairkan bersama dengan poko deposito, atau bunga ditarik langsung ke rekening tabungan, sedangkan dana pokoknya di- rollover (deposito ARO) atau bunga dan poko tidak ditarik, melainkan semua di-rollover ke periode deposito berikutnya (ARO plus).
Sedangkan sertifikat deposito perhitungan bunganya diawal pembukaan, sehingga kita sudah tahu persis berapa niai yang akan termuat dalam sertifikat tersebut. Bunga dan pokok dari sertifikat deposito juga tidak dapat diperpanjang secara otomatis (rollover) melainkan harus dicairkan sesui jangka waktu yang telah ditentukan.
b. Perbedaan berdasarkan kepemilikan deposito.
Staus kepemilikan deposito berjangka tidak dapat dipindah tangankan, jadi hanya bisa dicairkan oleh nasabah pembukanya langsung, atau orang lain yang membawa surat kuasa oleh nasabah, atau ahli waris yang membawa kelengkapan yang diminta bank. Sifat asset keuangan ini tidak bergerak sehingga lebih cocok untuk simpanan pension atau dana pendidikan anak di masa depan.
Sedangkan sertifikat deposito merupakan asset yang bisa dipindah tangankan kepada orang lain, diperjual belikan, atau bahkan dijadikan angunan pinjaman. Hal ini membuat sertifikat deposito menjadi rentan pencurian atau pembobolan, sehingga memerlukan tempat penyimpanan yang aman. Namun karena hal ini, sertifikat deposito jadi multiguna. Sertifikat deposito bukan Cuma bisa jadi wahan investasi masa depan, melainkan juga bisa dijadikan mahar pernikahan, hadiah ulang tahun, dan lain-lain.
Keuntungan dan kelemahan deposito berjangka antara lain:
Keuntungan depositi berjangka:
1. Deposito bisa menjadi sarana simpanan yang baik, karena dijamin oleh (LPS) dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, serta nilai pokok simpanan juga akan terjaga.
2. Suku bunga relative tinggi dibandingkan jenis tabungan biasa.
3. Bunganya mudah diakses.
4. Resiko kerugian kecil. Apabila bank tempat penyimpanan melangalami kebangkrutan maka dana akan di jamin LPS.
Kelemahan deposito berjangka antara lain:
1. Hasil imbalan yang rendah
2. Lemah terhadap inflasi
3. Nilai yang tidak bisa berubah
4. Tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu.
Contoh:
Seseorang mendepositokan uangnya di bank sejumlah 40.000.000 untuk jangka waktu 6 bulan, bunganya 18% dikenakan pajak 15%. bunga diambil tiap bulan.
Bunga = 18% x 40.000.000/12 x 1 = 600.000
Pajak 15% x 600.000 = 90.000
Bunga bersih = 600.000 – 90.000 = 510.000
Jadi bunga yang bisa di peroleh tiap bulan RP 510.000
Keuntungan dan kelemahan serifikat deposito yaitu
keuntungan:
1. perhitungan bunga di muka, sehingga bunga yang diperoleh dapat diinvestasikan lagi di tempat lain.
2. Tingkat suku bunga menarik dibandingkan deposito biasa.
3. Dapat diperjual belikan di pasar uang.
4. Dijamim oleh LPS sesuai ketentuang yang berlaku.
Kelemahan:
1. Sulit melepas sertifikat deposito pada harga sesui ekspektasi letuka likuiditas di pasar uang kurang begitu dalam.
2. Pajak dibayar di depan untuk sertifikat deposito dengan tenor kkurang dari satu tahun.
3. Rentan terhadap pencuriannkarena bisa dipindah tangankan kepada orang lain.
Contoh sertifikat deposito:
Seseorang membeli sertifikat depositi sebanyak 10 lembar dengan nomilal 10.000.000 dalam jangka waktu 12 bulan dan bunga 7,5% dan dikenakan pajak 15% bunga diambil di muka.
Jumlah sertifikat deposito 10 lbr x 10.000.000 = 100.000.000
7,5 x 100.000.000/12 x12 = 7.500.000
Pajak 15% x 7.500.000 = 1.125.000
Bunga bersih = 7.500.000 – 1.125.000 =6.375.000
Jadi bunga yang bisa diambil di muka yaitu Rp 6.375.000
IONQQ menyediakan permainan poker, domino99, bandarq, bandarpoker,aduq,sakong,perang bacarat dan capsa :D
BalasHapusayo ditunggu apa lagi
WA : +855 1537 3217