Jumat, 19 Juni 2020

pengantar ekonomi mikro

1. Permintaan faktor produksi sering disebut sebagai permintaan turunan. Jelaskan dan diskusikan!
Jawaban:
Permintaan faktor produksi disebut permintaan turunan (Derived Demand) karena permintaan produsen akan faktor-faktor produksi merupakan permintaan tak langsung seperti permintaan produsen berupa tenaga kerja, tanah, capital, dan wirausahawan di perlukan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang kemudian diminta atau dibeli oleh konsumen. Ini merupakan permintaan input suatu produk yang tercermin pada permintaan output. Sebagai contoh permintaan tenaga kerja pabrik benang tercermin pada permintaan kain atau tekstil, yang artinya permintaan akan tenaga kerja sasngat tergantung pada permintaan barang dan jasa. Permintaan tenaga listrik, misalnya, merupakan permintaan minyak bumi, gas alam, atau batubara karena tiga komoditi primer tersebut merupakan input utama untuk memproduksi tenaga listrik dan merupakan input yang dapat saling mengantikan. Perminaan input energi primer tersebut merupakan permintaan turunan.

2. Jelaskanlah Pareto Optimal beserta gambar?
Jawaban:
Pareto optimal merupakan suatu konsep yang di kemkakan oleh Vilfredo Federico Damaso Pareto dalam bukunya Manual of Political Economic yang ditulis dalam Bahasa perancis tahun 1896 yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa ingris tahun 1906.

Konsep Pareto Optimal atau konsep optimum pareto berarti tidak dapat membuat keadaan seseorang menjadi lebih baik tanpa membuat keadaan yang lain lebih buruk. Salah satu cara melihatnya adalah dengan menggunakangrafik batas kemungkinan daya guna. Konsep ini hamper sama dengan konsep batas kemungkinan produksi yang merupakan batas kombinasi banyaknya output fisik maksimal yang dapat diproduksi oleh masyarakat. Sedangkan yang pertama merupakan batas kepuasan nilai guna atau kesejahteraan yang dapat di capai.

         
Pada gambar diatas sumbu A diberi symbol UA dan pada sumbu mendatar dinyatakan hal yang sama untuk individu B dan di beri symbol UB. Pergerakan dari titik D ke titik E menunjukan terjadinya redistribusi berupa kenaikan nilai guna yang diperoleh oleh A dan penurunan nilai guna yang diperoleh B dari barang yang di konsumsi. Hal ini paling mungkin terjadi karena ada redistribusi pendapatan dari individu B ke individu A.
Di sepanjang titik-titk pada batas kemungkinan nilai guna, misalnya di titik D atau E perekonomian telah mencapai efisiensi alokatif optimal karena disini kita tak dapat membuat keadaan seseorang menjadi lebih baik tanpa menurunkan kesejahteraan atau nilai guna yang diperoleh oleh individu lain.
pada titik yang terletak di sebelah dalam kurva batas kemungkinan nilai guna (UF0), sementara titik F tak dapat dicapai karena berada di luar jangkauan batas UF0. Dengan menggunakan konsep batas kemungkinan nilai guna maka dapat dikatakan situasi yang menggambarkan efisiensi alikatif tercapai pada titik-titik di sepanjang garis batas kemungkinan nilai guna. Pada titik C, masyarakat belum mencapai tingkat nilai guna maksimum, dengan demikian perpindahan dari titik C ke D akan memperbaiki keadaan kesejahteraan atau nilai guna yang di peroleh oleh individu A dan B. dalam jangka waktu panjang, karena semakin banyak barang konsumsi di produksi dan tersedia maka batas kemungkinan nilai guna akan bergeser ke kanan, misalnya menjadi UF1 dan sekarang titik F terlihat bahwa nilai guna atau kesejahteraan masyarakat bertambah naik.


3. Jelaskan surplus konsumen, dan surplus produsen secara verbal dan grafis.
Jawaban:
Surplus konsumen adalah selisih antara harga pasar komoditi yang dibeli dan dikonsumsi dengan dengan kesediaan membayar yang merupakan nilai manfaat yang diperoleh dari komodity tersebut. Surplus konsumen muncul karena konsumen membayar harga yang sama untuk setiap barang yang di beli. Tak ada bedanya apakah barang tersebut merupakan unit petama ataupun unit terkhir yang di beli.

Surplus produsen merupakan selisih antara harga pasar komoditi dengan biaya ekonomis. Atau apabila produsen menjual barang diatas biaya marjinal.

Pada titik keseimbangan E produsen menjual pada harga dan kuantitas keseimbangan PE dan QE. Seluruh produsen dalam industry bersangkutan memperoleh surplus konsumen sebesar bidang segitiga A E PE, karena dengan menjual sampai kuantitas sebesar QE produsen dapat menjual pada tingkat harga diatas biaya produksi marjinal.
Sementara itu, pada harga dan kuantitas keseimbangan PE dan QE, seluruh konsumen memperoleh surplus konsumen sebesarbidang atau area segitiga BPEE.



2 komentar:

  1. permainan poker yang gampang menangnya hanya di IONQQ
    ayo segera di coba permainan kami :D
    WA: +855 1537 3217

    BalasHapus
  2. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara obligasi dengan modal saham

    BalasHapus